Dendeng Cabe Hijau

Postingan resep pertama adalah resep Dendeng Cabe Hijau. Resep ini warisan dari mama saya. Sebagai anak kosan yang diam-diam-sering-kangen-mama-tapi-gengsi-buat-ngomong-langsung, saya suka masak dendeng cabe hijau ini untuk mengobati rasa kangen sama mama. Bahannya cenderung mudah didapat. Proses memasaknya juga cukup simpel.

Bahannya:

  • 200 gram daging sapi
  • 10 buah cabe hijau keriting
  • 2 butir bawang merah
  • 2 butir bawang putih
  • 7 tbs minyak goreng
  • 1 tbs asam jawa
  • 250 ml (1 gelas) air
  • garam

Untuk daging sapi, saya biasa menggunakan bagian chuck. Sebenarnya boleh-boleh saja menggunakan bagian lain, asal tidak ada tulangnya seperti iga atau buntut. Yaiyalah ya. Untuk informasi tambahan mengenai daging sapi, dapat dilihat di website ini. Jumlah cabe hijau keriting dapat dikurangi atau ditambah sesuai selera dan disesuaikan dengan taraf ketahanan kita terhadap rasa pedas. Bawang merah (shallot) bisa diganti dengan bawang bombay, tapi rasa pada hasil akhirnya akan sedikit berbeda. Asam jawa (tamarind paste) di resep ini wajib hukumnya karena bumbu ini yang akan membentuk rasa dagingnya menjadi gurih dan manis. Asam jawa dapat ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket tertentu. Awas jangan tertukar antara asam jawa dan asam kandis!

Cara memasaknya:

  1. Cuci bersih daging sapi, potong-potong dengan ketebalan sekitar 1 cm. Masukkan potongan daging ke dalam panci yang sudah berisi air. Larutkan asam jawa terlebih dahulu dengan sedikit air dan buang bijinya. Masukkan larutan asam jawa tadi ke dalam panci yang sudah berisi air dan daging sapi. Tambahkan garam secukupnya (kira-kira seperempat sendok teh), aduk rata, lalu rebus dengan api sedang hingga daging empuk dan air menyusut (sekitar 15 menit). Jika air terlalu cepat menyusut, tambahkan air sedikit demi sedikit.
  2. Tiriskan daging sapi, simpan air sisa rebusan daging. Panaskan minyak goreng dalam wajan anti lengket, lalu goreng potongan daging sapi dengan api sedang. Bolak-balik hingga daging menjadi sedikit kering dan berubah warna menjadi sedikit kehitaman. Sedikit saja ya, kalau terlalu kering dan hitam itu artinya gosong lho yaa.
  3. Tiriskan daging yang telah selesai digoreng, lalu pukul-pukul dengan menggunakan ulekan (pestle). Kalau tidak punya ulekan, gunakan ujung gagang pisau. Hehe.. I’ve done that. Jangan terlalu kuat dan terlalu lama memukul si daging goreng. Kasihan. Cukup pukul-pukul lima atau enam kali hingga daging sedikit mekar.
  4. Iris bawang merah, bawang putih, dan cabe hijau. Dengan menggunakan wajan bekas menggoreng daging, tumis irisan bawang merah, bawang putih, dan cabe hijau. Tumis hingga wangi dan berubah warna. Tambahkan air sisa rebusan daging sedikit demi sedikit pada tumisan bawang dan cabe hijau. Aduk rata dan koreksi rasanya. Tambahkan garam jika kurang asin. Masukkan daging yang telah digoreng, aduk sebentar, angkat dan sajikan.

Here it is.. Dendeng Cabe Hijau

Peringatan: Terlalu banyak mengkonsumsi masakan ini dapat menyebabkan ukuran pinggang melebar dan pembuluh darah menyempit.

7 responses

  1. aishh.. akhirnya 1st recipe warisan keluarga. hihiii.. dendeng ini enak jg lo klo dicampur sama kentang goreng. nyuumm.. #ngacayy

  2. postingan yang kasihan pada daging
    #LagiLagiNgakak

    Keknya cukup mudah ya, dicoba ah praktek ntar. Btw 150 hits already? Wow. Nice Lon. Moga-moga ended up punya talkshow masak deh ya :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s